DASAR PERAWATAN MEKANISME GEAR

Gear atau Sprocket adalah roda bergerigi yang yang berpasangan dengan rantai, atau benda panjang yang bergerigi lainnya. Sprocket berbeda dengan roda gigi, sprocket tidak pernah bersinggungan dengan sprocket lainnya dan tidak pernah cocok. Sprocket juga berbeda dengan puli dimana sprocket memiliki gigi sedangkan puli pada umumnya tidak memiliki gigi.

Sprocket yang digunakan pada sepeda, sepeda motor, mobil, kendaraan roda rantai dan mesin lainnya digunakan untuk mentransmisikan/memindahkan gaya putar antara 2 poros dimana roda gigi tidak mampu menjangkaunya. Pada sepeda, pengubahan rasio kecepatan putar secara keseluruhan dilakukan dengan memvariasikan diameter dari sprocket. Perubahan diameter dari sprocket akan mengubah jumlah gigi pada sprocket. Ini adalah dasar dari derailleur gear. Misal sepeda dengan 10 speed, bisa didapatkan dengan menggunkan 2 sprocket pada proses penggerak dan 5 sprocket pada poros roda. Rasio kecepatan yang rendah menguntungkan pengguna sepeda dijalan yang menanjak, sedangkan rasio kecepatan yang tinggi memudahkan untuk bergerak cepat dijalan yang datar.

Pada sepeda motor, tidak ada pengubahan diameter sprocket ketika bergerak. Namun perubahan diameter sprocket secara manual mampu mengubah tingkat akselerasi dan kecepatan tertinggi dari sepeda motor.

Spesifikasi: rantai paket Rantai paket ( Drive chain ) terdiri dari komponen utama MEKNISME GEAR yang terdiri dari:

· gear (sprocket) depan

 · rantai

· gear(spr ocket) belakang

· sambungan rantai

Pada gear depan dan gear belakang Tertulis :

Gear depan : 15, menyatakan banyaknya mata gigi roda gear dalam satu putaran (360) derajat. Semakin besarnya nilainya maka semakin enteng tarikan mesin dan berlaku sebaliknya.

Gear belakang : 36, 37, 39 dll, menyatakan banyaknya mata gigi roda gear dalam satu putaran (360) derajat. Semakin besar nilai yang tercantum pada keping gearr, maka semakin enteng/ringan tarikan mesin dan berlaku sebaliknya.

Arti dan maksud/ fungsi spesifikasi tersebut adalah : Untuk menyeimbangkan antara tarikan mesin dengan bobot total kendaraan tersebut, sehingga ketika mesin dihidupkan dan persneleng ( gigi ) di jalankan maka mesin akan melakukan tarikan terhadap gear melalui rantai, maka semakin besar ukuran gear (semakin banyak mata roda gigi) akan semakin enteng/ringan tarikan mesin dan sebaliknya.

http://repositori.kemdikbud.go.id/13893/1/Pemeliharaan%20mesin%20sepeda%20motor%201.pdf

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *